Minggu, 17 Oktober 2010

PENDEKATAN KONSEP SISTEM DALAM PELAYANAN KESEHATAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN


A.   Pengertian Konsep Sistem
Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

B.   Komponen Sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1.    Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2.    Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3.    Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4.     Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5.    Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6.    Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7.    Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu
mempunyai :
a.    Komponen (components)
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dapat terdiri dari beberapa
subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki
fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b.    Batas sistem (boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya
atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang
lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c.    Lingkungan luar sistem (environments)
Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan.
Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara,
sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan,
kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem.
d.    Penghubung (interface)
Merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumbar-
sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.
Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk
subsistem lainnya melalui penghubung disamping sebagai penghubung untuk
mengintegrasikan subsistem-subsistem menjadi satu kesatuan.
e.    Masukan (input)
Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan
perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat
beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk
mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program
adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan
data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f.     Keluaran (output)
Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran
yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk
Subsistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan
adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan,
sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
g.    Pengolah (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah
masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan
berupa bahan baku dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang
jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-
laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.
h.    Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak
akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan
yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
                    
C.   Proses Input Transformasi Output
Proses Input Transformasi Output Input digunakan sebagai stimulasi yang merupakan kesatuan informasi yang dibagi menjadi 3 yaitu :
1.    Stimulus fokal : stimulus yang langsung bertatapan dengan seseorang.
2.    Stimulus kontektual : stimulus yang interna maupun eksterna yang mempengaruhi dan dpat di observasi
3.    Stimulus residul : stimulus yang merupakan kepercayaan.
Proses Output adalah hasil dari proses yang dijabarkan dalam tindakan dari manusia sebagai system adaptif adalah adalah respon yang inefektif respon – respon yang adaptif itu meningkatkan integrasi sedangkan respon yang tidak efektif itu menunggu integritas melalui proses umpan balik respon memberikan lebih lanjut masukan(input) pada manusia sebagai suatu system dan subsistem yang mengatur semua kegiatan.
Transformasi adalah berdasarkan teori transformasi proses belajar adalah transformasi dari masukan(input) dalam hal ini beberapa pembelajaran transformasi bersifat aktif melalui proses seleksi untuk dimasukan dalam ingatan, transformasi juga upaya peningkatan pelayanan dalam kesehatan dari keterampilan karyawan ataupun badan kesehatan melalui program pendidikan prosesnya saling terhubungkan karena dari input, pemikiran. Tindakan yang dihasilkan tergantung dari proses keterkaitannyayang saling terlaras.

D.   Hubungan Sistem dengan Sub Sistem dan Supra Sistem
Komponen system ini terdiri dari sejumlah komponen yang saling berkerja sama untuk membentuk suatu kesatuan komponen dari system dapat berubah subsystem yang mempunyai pengaruh pada system secara keseluruhan hubungan dari keseluruhan system. Subsystem, dan supra system dapat mempunyai penghubung antara suatu system dengan yang lainnya yang menghasilkan sumber data.
System itu terbentuk dari subsystem yang saling berhubungan dan saliung mempengaruhi.

E.   Lingkungan dan Kesehatan atau Pelayanan Kesehatan
Di mana datang tuntutan kebutuhan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan akan terus meningkat baik dalam aspek mutu maupun keterjangkauan serta cakupan pelayanan. Hal ini disebabkan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan yang diakibatkan meningkatkan kesadaran masyarakat secara umum, dan peningkatkan daya emban ekonomi masyarakat serta meningkatkan komplesitas masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat, masyarakat semakin sadar akan semakin sadar tentang hukum sehinga mendorong akan tuntutan tersedianya pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan dengan mutu yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

F.    Fakor Internal dan Eksternal Serta Pengaruhnya Pada Pelayanan Kesehatan Ditinjau Dari Perspektif System
Dalam memberikan pelayanan kesehatan tidak segalanya tercapai akan tetapi membutuhkan sesuatu atau sebaliknya akan terhambat karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti adanya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru, pergeseran nilai masyarakat, aspek legal dan etika, ekonomi dan politik.
1.    Ilmu pengetahuan dan teknologi baru
Pelaksanaan system pelayanan kesehatan dapat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin meningkat, maka akan diikuti oleh perkembangan pelayanan kesehatan atau juga sebagai dampaknya pelayanan kesehatan jelas lebih mengikuti perkembangan dan teknologi seperti dalam pelayanan kesehatan untk mengatasi masalah penyakit-penyakit yang sulit dapat digunakan penggunaan alat seperti laser,terapi perubahan gen dan lain-lain. Berdasarkan itu maka pelayanan kesehatan membutuhkan biaya yang cukup mahal dan pelayanan akan lebih profesional dan butuh tenaga-tenaga yang ahli dalam bidang tertentu.
2.    Pergeseran nilai masyarakat
Berlangsungnya system pelayanan kesehatan juga dapat dipengaruhi oleh nilai yang ada di masyarakat sebagi pengguna jasa pelayanan,di mana dengan beragamnya masyarakat, maka dapat menimbulkan pemanfaatan jasa pelayanan kesehatan yang berbeda. Masyarakat yang sudah maju dengan pengetahuan yang tinggi, maka akan memiliki kesadaran yang lebih dalam penggunaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Demikian juga sebaliknya pada masyarakat yang memiliki pengetahuan yang kurang akan memiliki kesadaran yang rendah terhadap pelayanan kesehatan sehingga kondisi demikian akan sangat mempengaruhi system pelayanan kesehatan.
3.    Aspel legal dan etik
Dengan tingginya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan, maka akan semakin pula tuntunan hukum dan etik dalam pelayanan kesehatan, sehingga pelaku pemberi pelayanan kesehatan harus dituntun untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan memperhatikan nilai-nilai hukum dan etik yang ada di masyarakat.
4.    Ekonomi 
Pelaksanaan pelayanan kesehatan akan dipengaruhi oleh tingkat ekonomi di masyarakat. Semakin tinggi ekonomi seseorang, pelayanan kesehatan akan lebih diperhatikan dan mudah dijangkau. Demikian juga sebaliknya apabila tingkat ekonomi seseorang rendah, maka sangat sulit menjangkau pelayanan kesehatan mengingat biaya dalam jasa pelayanan kesehatan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Keadaan ekonomi ini yang akan dapat mempengaruhi dalam system pelayanan kesehatan.
5.    Politik
Kebijakan pemerintah melalui system politik yang ada akan sangat berpengaruh sekali dalam system pemberian palayanan kesehatan. Kebijakan-kebijakan yang ada dapat memberikan pola dalam system pelayanan.

G.   Mekanisme Umpan Balik
Klien yang memperoleh pelayanan keperawatan dari tugas kesehatan pasti akan memberikan respon yang terhadap pelayanan yang diberikan dan pada dasarnya pelayanan kesehatan akan membangun kesehatan untuk meningkatkan kesehatan, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap individu agar dapat mewujudkan mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
Di dalam memberikan pelayanan seorang perawat harus mempunyai kemampuan untuk berempati kepada klien yang mempunyai kemampuan untuk berempati kepada klien yang mempunyai pengaruh besar terhadap hubungan perawat klien. Empati berarti kemampuan untuk masuk ke dalam kehidupan orang lain. Sehingga dapat mempersiapkan secara akurat perasaan orang tersebut dan memahami arti perasaan tersebut bagi yang bersangkutan pada hubungan perawat klien sifat empati akan memberikan umpan balik yang baik.
Dalam mekanisme umpan balik kita harus mempunyai konsep caring yang dapat meningkatkan kepercayaan klien dan mengurangi kecemasan klien, dengan seperti itu percaya sepenuhnya atas tindakan apapun yang dilakukan seorang perawat.
Input atau masukan diatas bisa berupa tenaga kesehatan yaitu perawat bagaimana seorang perawat itu melakukan pelayanan kesehatan dan asuhan keperawatan terhadap klien. Misalnya seorang pasien yang mengalami gangguan kebutuhan nutrisi, di mana seorang perawat harus memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien (menentukan kebutuhan yang dibutuhkan pasien) dengan cara melakukan pengkajian dimana perawat bisa mengambil data secara subyektif dan obyektif.
                  



H.   Pelayanan Kesehatan Sebagai Suatu Bagian Integral Dari Pelayanan Kesehatan
Pelayanan keperawatan merupakan bagian dari suatu pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan dasar dan pelayanan rujukan. Sebagai bagian dari pelayanan kesehatan, maka pelayanan keperawatan yang dilakukan oleh tenaga perawat dalam pelayanannya memiliki tugas, diantaranya memberikan asuhan keperawatan keluarga, komunitas dalam pelayanan kesehatan dasar dan akan memberikan asuhan keperawatan secara umum pada pelayanan rujukan.
Sebagaimana contoh pelayanan keperawatan dalam tingkat dasar yang dilakukan dilingkup puskesmas dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas yang berorientasi pada tugas keluarga dalam kesehatan diantaranya mengenai masalah kesehatan secara dini. Mengambil keputusan dalam kesehatan, menanggulangi keadaan darurat bila terjadi kecelakaan atau penyakit yang sifatnya mendadak, memberikan pelayanan keperawatan dasar pada anggota keluarga yang sakit serta memodifikasi lingkungan untuk menunjang peningkatan status kesehatan serta memanfaatkan pelayanan kesehatan.
Demikian juga pada lingkup pelayanan rujukan, tugas perawat adalah memberikan asuhan keperawatan pada ruang atau lingkup rujukannya seperti pada anak, maka perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada anak melalui pendekatan proses perawatan anak untuk lingkup keperawatan jiwa, perawatan akan memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dengan gangguan jiwa pada kasus medik dan bedah perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada kasus medik dan bedah, pada kasus obstretic dan gynecology perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada maternitas dengan tingkat kasus tertentu, pada kasus gawat darurat perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada keadaan gawat dan darurat dan lain-lain tinggi keperawatan.

I.      Pembaharuan Pendidikan Keperawatan Sebagai pelayanan kesehatan
Perkembangan pelayanan sebagai pelayanan profesional didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dari pendidikan dan pelatihan yang terarah dan terencana.
Di Indonesia, keperawatan telah mencapai kemajuan yang sangat bermakna bahkan merupakan suatu lompatan yang jauh kedepan. Hal ini bermula dari dicapainya kesepakatan bersama pada lokakarya nasional keperawatan pada bulan januari 1983 yang menerima keperawatan sebagai pelayanan profesional (profesional service) dan pendidikan keperawatan sebagai pendidikan profesi (profesional education).
Tenaga keperawatan yang merupakan jumlah tenaga kesehatan terbesar seyogyanya dapat memberikan kontribusi essensial dalam keberhasilan pembangunan kesehatan.untuk itu tenaga keperawatan dituntut untuk dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya agar mampu berperan aktif dalam pembangunan kesehatan khususnya dalam pelayanan keperwatan profesional.
Pengembangan pelayanan keperawatan profesional tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan profesional keperawatan, pendidikan keperawatn bukan lagi merupakan pendidikan vokasional atau kejuruan akan tetapi bertujuan untuk menghasilkan tenaga keperawatan yang menguasai ilmu keperawatan yang siap dan mampu melaksanakan pelayanan atau asuhan keperawatan profesional kepada masyarakat jenjang pendidikan keperawatan bahkan telah mencapai tingkat doktoral. Keyakinan inilah yang merupakan faktor pengerak perkembangan pendidikan keperawatan di indonesia pada jenjang pendidikan tinggi, yang sebenarnya telah dimulai sejak 1962 yaitu dengan dibukanya akademi keperawatan yang pertama di jakarta. Proses ini berkembang terus sejalan dengan hakikat profesionalisme keperawatan, dalam lokakarya keperawatan tahun 1983, telah dirumuskan dan disusun dasar- dasar pengembangan pendidikan tinggi keperawatan. Sebagai realisasinya di susun kurikulum program pendidikan D3 keperawatan, dan dilanjutkan dengan penyusunan kurikulum pendidikan sarjana (SI) keperawatan. Pendidikan tinggi keperawatan di harapkan menghasilkan tenaga keperawatan profesional yang mampu mengadakan membaharuan dan memperbaiki mutu pelayanan atau asuhan keperawatan, serta penataan perkembangan kehidupan profesi keperawatan, keperawatan sebagai suatu profesi , dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pengembangan harus mampu mandiri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar